loading...
Foto: Screenshots whatsapp Tunggal Teja Asmara dengan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol. Lily Jafar yang di ganti dengan nama Kapolrestabes Surabaya.
BeritaRakyatNews.co.id - Surabaya - Ramai diberitakan terkait kasus duga'an ujaran kebencian antara Kepolisian Polrestabes Surabaya dengan sejumlah rekan wartawan menjadi sorotan publik. Beredarnya screenshots yang berasal dari group redaksi koran harian di kota Surabaya hingga jatuh ketangan awak media menjadi benang kusut polemik antara kemitraan polisi dan sejumlah awak media.

Kasus ini semakin menarik hingga mencatut nama Kapolrestabes Surabaya, berdasarkan data yang di himpun redaksi berita rakyat jika ada oknum wartawan yang merangkap bekerja sebagai pengusaha Karoke Rungkut Surabaya, yang di ketahui bernama Tunggal Teja Asmara yang juga tergabung di salah satu pokok kerja (pokja) wartawan Polrestabes Surabaya mencoba untuk "menghasut" kemitraan polisi dengan wartawan Surabaya.

Isi dari screenshots duga'an ujaran kebencian ini berawal dari Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Surabaya, Akp. Misdianto salah kirim whatsapp kepada rekan wartawan di luar pokja dengan kata-kata "wartawan wedus" hingga menyulut sejumlah solidaritas yang kurang lebih 50 jurnalis seluruh jawa timur, untuk bersama-sama konfirmasi terkait pernyataan tersebut dan mendatangi Polsek Sukomanunggal Surabaya pada (25/01) lalu.

Foto: Bukti Screenshots Yang tersebar dikalangan wartawan.
Dalam percakapan antara oknum wartawan Tunggal  dengan Kasubag humas Polrestabes Surabaya Kompol. Lily Jafar, melarang salah satu wartawan yang sudah baik dengan pihak kepolisian jangan ikut wartawan diluar pokja dalam solidaritas yang tidak jelas dan bisa membuat turun derajat nama media itu sendiri. Berikut Screenshots hasil percakapan nomor whatsapp kasubag humas Kompol. Lily Jafar diganti oleh oknum wartawan Tunggal Teja Asmara menjadi Kapolrestabes Surabaya kemudian di Screenshots lalu disebar ke group redaksi koran hariannya.

Prilaku Tunggal Teja Asmara sudah tergolong berani dan menyebar kebencian antara wartawan diluar pokja dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol Rudi Setiawan pemegang tongkat komando dijajaran kepolisian khusus Surabaya. Seperti yang di sampaikan Kapolres kepada beritarakyat.co.id jika dirinya yang menjadi korban perilaku oknum wartawan yang bernama Tunggal Teja Asmara.

"Saya ini korban, oknum dan pihak redaksi nya sudah meminta maaf dan saya sudah tidak mempermasalahkan. Namun untuk rekan-rekan yang merasa dituding sebagai wartawan bodrek silahkan langsung konfirmasi yang bersangkutan atau pihak redaksi dan silahkan rekan-rekan sendiri segera melaporkan oknumnya ke polisi," pungkas Kapolrestabes sebelumnya pada (25/01) lalu.

Sementara itu, Sosok Tunggal Teja Asmara juga di komentari rekan wartawan di Surabaya yang enggan disebut namanya, mengaku dan mengungkapkan siapa sejatinya si Tunggal tersebut kepada beritarakyat.co.id pada Jum'at, (23/02).

"Dia (Tunggal) itu mas, sebelum dia jadi wartawan sejatinya dia menggeluti dunia malam seperti karaoke dan Club di Surabaya," ungkap wartawan Surabaya ini.

Dirinya menuturkan jika Tunggal merangkul semua rekan wartawan diduga untuk memback up usaha karaokenya yang berada di daerah Rungkut Surabaya, meskipun seringkali di operasi namun selalu lolos dari aparatur penegak hukum dan penegak perda kota Surabaya.

"Coba saja cek ijin surat kelengkapan usahanya, tapi jangan kaget mulai dari Satpol PP dan Polsek hingga Polrestabes Surabaya semua sudah ada koordinasi khususnya Satuan Unit Tipiring Sabhara," pungkasnya.

Hingga berita ini di unggah pihak Tunggal Teja Asmara yang diduga telah melakukan tindakan ujaran kebencian terhadap rekan wartawan dan Kapolrestabes Surabaya, belum meminta maaf secara tertulis dan terbuka kepada rekan jurnalis, meskipun  Tunggal bersama pihak redaksinya telah meminta maaf kepada pihak Kapolrestabes Surabaya. 

Penulis : Ade


Posting Komentar