loading...
Foto: Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo Saat Sambutanya Dihadapan Mahasiswa.

Berita Rakyat Jakarta  - Minimnya tingkat kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat, membuat TNI mengambil langkah tegas. Bagaimana tidak, saat ini, ancaman bahaya Proxy War disinyalir sedang menyelimuti masyarakat. Bahkan, berbagai macam konflik mulai ditimbulkan akibat bahaya tersebut.

Hal itu dikatakan langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan ratusan mahasiswa Prof, Dr. Moestopo, Jakarta.

"Mahasiswa merupakan ujung tombak dalam menjaga keutuhan negara dan bangsa, mahasiswa itu merupakan simbol generasi penerus bangsa, jangan mudah diadu domba,” tegas Gatot.

Selain itu, kata Gatot, seperti yang terjadi saat ini, beberapa negara rusak, bahkan terpecah belah akibat dampak yang ditimbulkan oleh Proxy War. 

“Coba adik-adik lihat seperti yang terjadi di Yugoslavia, Sudan, Uni Soviet dan beberapa negara lainnya yang terpecah belah hanya karena perbedaan pendapat, agama dan ekonomi. Jangan sampai negara kita (NKRI, red) menjadi seperti itu,” terangnya. 



Namun, imbuh Panglima TNI, hal itu bisa ditangkal melalui beberapa cara, terutama melalui sikap maupun jiwa nasionalisme yang tinggi. “Tetaplah mencintai negara kita (NKRI, red). Tanamkan jiwa nasionalisme di diri kalian,” pesan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (At/pendam).

Posting Komentar