loading...
Foto: Sejumlah Komunitas Seniman Gelar Tahlil




Berita Rakyat Surabaya - Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) diantaranya Komunitas Bambu Runcing Surabaya ( KBRS), Dewan Kesenian Surabaya ( DKS)  dan anggota Ormas lainnya menggelar aksi keprihatinan atas perobohan Masjid Assakinah Komplek Balai Pemuda Surabaya, Kamis(2/11/2017) lalu.

Aksi yang dikemas dalam kegiatan ‘tahlil’ dan pembacaan puisi di lokasi masjid dewan, bertujuan mengetuk hati pemerintah pasca perobohan masjid DPRD, agar arah pembangunan kota kedepan tidak hanya berpijak pada syahwat fisik saja.

“Tahlil atau kirim doa biasanya untuk orang yang baru meninggal.  Tapi kali ini, tahlil kita tujukan kepada Ketua DPRD dan Wali kota. Harapannya jiwa dan perasaanya bisa hidup kembali, sehingga pembangunan kota tidak hanya menuruti syahwat fisiknya saja,  tapi mempunyai jiwa dan ruh”, Ujar  koordinator acara Wawan Kemplo.
Sejumlah tokoh Ormas juga menyampaikan keluhannya soal pembangunan masjid DPRD yang dinilai arogan.

“Pemerintah sekarang pemuja pembangunan yang artifisial, sehingga lemah kepekaannya terhadap persoalan jiwa dan rasa. Betapa beliau begitu sangat marahnya ketika taman diinjak warganya, hanya karena warganya ingin menikmati es cream “, ungkap Luhur Kayungga, Sekjend DKS yang juga ditimpali oleh Udin Sakera dengan menyatakan Pemkot diam dan berkelit ketika masjid dan rumah radio Bung Tomo dihancurkan.
Seniman senior, M. Anis, Koorsinator Pasar Seni Lukis Indonesia ( PSLI), mempertanyakan kebijakan soal pembangunan gedung dewan ini yang tidak hampir 50 anggota DPRD kota Surabaya.

“Berkumpulnya kita ditempat ini adalah bagian dari kontrol masyarakat terhadap penggunaan anggaran keuangan yang digunakan Pemkot dan  DPRD Surabaya untuk membangun gedung rakyat baru yang tak diketahui hampir seluruh anggota dewan”, ucapnya.
Dalam kesempatan itu, beberapa syair puisi dibacakan oleh perwakilan mahasiswa yang mengambil tema “Ini bukan untuk hewan, tapi untuk dewan," tutupnya (red*).


Posting Komentar