loading...
BERITA RAKYAT PASURUAN -
Warga Dusun Adirogo, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, yang tanah dan rumahnya kena tol minta dihitung ulang. Alasan warga, karena pengukuran dan inventarisasi bangunan dari tim pembebasan tol dianggap salah sehingga nilai ganti ruginya terlalu murah

"Kami minta kepada tim pembebasan tol supaya ada perhitungan ulang. Karen hitungan tim sebelumnya kami anggap tidak cocok. Banyak hitungan sebelumnya yang salah. Terus terang, Pak Jokowi Presiden tidak mau warga yang kena tol rugi," kata Tony, salah satu perwakilan warga.


Masih kata Tony, sejak tim pembebasan tol turun melakukan perhitungan, warga tidak diberikan pemahaman. Dengan demikian, warga hanya manut kepada tim. Warga baru tahu setelah tim akan melakukan pembayaran, ternyata hitungannya salah.


Karena alasan ada ketidak adilan dalam harga beli, warga yang merasa tidak cocok minta ada penghitungan ulang.

Lain Tony, lain pula Salam. Kata Salam, warga tidak pernah diberikan penjelasan yang gamblang. Tim pembebasan tol perwakilan dari pemerintah seakan hanya minta waktu cepat selesainya tanpa memperhitungkan konflik di bawah.

Yang sangat mencolok, warga tidak diberikan pengertian tentang proses komplain.

 (kadir)

Posting Komentar