loading...
Foto: Uzair Zam Zami SE SH. (kiri) Ketua Komunitas Jurnalis Jawa TimurKombes Pol Frans Barung Mangera (kanan) Kabid Humas Polda Jatim.
Berita Rakyat Surabaya - Paska viral diberitakan awak media terkait penangkapan 13 WNA oleh pihak Polda Jatim yang berujung penyuapan terhadap oknum wartawan, hingga banyak kecaman dari organisasi pers lainya. Ketua  komunitas Jurnalis Jawa Timur Uzair Zam Zami SE.SH. tanggapi adanya pemberitaan yang santer di perbincangkan awak media di berbagai penjuru kota.

"Ini berita yang menarik, berita hasil investigasi dari rekan kita dilapangan hingga dapat mengungkap siapa pelaku dalang penerima suap, tentunya membutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk menemukan nara sumber," ujarnya (11/11).

Ia juga menjelaskan, viral nya berita penangkapan 13 WNA hingga berujung penyuapan terhadap oknum wartawan memang sangat mencederai profesi kita sebagai jurnalis. Tapi disisi lain kita sebagai kontrol sosial tetap jalan, demi kepentingan publik agar mereka mengetahui kinerja institusi atau pejabat selama ini yang di gaji Negara.

"Mereka itukan digaji negara, dan gaji tersebut dari rakyat. Karena rakyat bayar pajak. Apakah salah kita sebagai sebagai awak media mengontrol kinerja pejabat kita!! ," cetusnya.

Uzair juga menyayangkan, pernyata'an Kabid Humas Polda Jatim paska pemberitaan 13 WNA yang ditangkap pihak Polda Jatim, pelarangan awak media yang belum terdaftar di Dewan Pers melakukan peliputan dalam kegiatan Polda Jatim.

"Ini kan aneh, jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Dan jangan merasa terpojok terkait pemberitaan 13 WNA , hingga kesan nya pihak kepolisian mencari kesalahan dari media itu sendiri, apalagi mengurusi legalitas perusahaan Pers nya." Terang wartawan senior Uzair Zam Zami (11/11).

Masih kata Uzair, santer juga di perbincangkan rekan-rekan jurnalis, banyak banyak rekan kita yang dikeluarkan dari group Polda. Ada apa ? Kok rekan kita dikebiri begitu !! Ungkap terus dan jangan pernah takut kepeda rekan-rekan kita seprofesi sebagai Jurnalis untuk mengungkap fakta kebenaran apa yang terjadi dalam penangkapan 23 WNA itu, katanya.

Lanjutnya, Jurnalis juga merupakan masyarakat, warga Negara Indonesia juga, masyarakat juga butuh informasi. Aneh ?? Dipikir dulu dong kalau mengeluarkan pernyata'an.

"Bila perlu Kombes Pol. Frans Barung Mangera mundur dari jabatan nya sebagai Kabid Humas Polda Jatim. Tahu apa dia tentang Dewan Pers," celetuknya.

Sementara itu, mantan wartawan senior dari jawa pos group ini mendesak pihak Propam Polda untuk menyelidiki rekening brigadir R, bila perlu Kapolda Jatim turun.

"Korek siapa sejatinya brigadir R, segera desak pihak Propam Polda bila perlu Kapolda Jatim ikut turun periksa rekening brigadir R sebelum di blokir, karena itu merupakan petunjuk untuk mengungkap kasus ini. Bayangkan sekelas anggota Polisi berpangkat brigadir memiliki rekening yang dibuat untuk menggelontorkan uang untuk 'menyuap' oknum wartawan," tutup Uzair (ade).



Posting Komentar