loading...
Foto: Dedik Sugianto Dengan Surat Klarifikasi & Hak Jawabnya.
Berita Rakyat Surabaya -  Satu persatu oknum wartawan yang terlibat dalam penerimaan uang 'SUAP' terkait penangkapan 13 Warga Negara Asing (WNA) dari pihak polda jatim semakin terungkap.

Setelah oknum wartawan bernama Bayu yang dianggap menjadi perantara penerima uang 'SUAP', kini giliran oknum wartawan bernama Dedik Sugianto yang merupakan sebagai Ketua Organisasi Pers yang baru di bentuk dan juga berprofesi sebagai jurnalis dari media Surabaya.

Pada hari, Kamis (16/11), secara pribadi memberi surat hak jawab dan klarifikasi terkait pemberita'an dirinya di beritarakyat.co.id dan dimedia lainya.

Dalam suratnya-nya kepada redaksi Dedik Sugianto meluruskan pemberitaa'n sebelum-nya bahwa dirinya tidak pernah mengaku-aku pemilik karya tulis berjudul BERKAS 13 WNA TANGKAPAN POLDA JATIM JADI 'SILUMAN' di beritarakyat.co.id

"Saya tidak pernah memakai atau mengatas-namakan wartawan dari berita rakyat ataupun mengaku dapat menghapus pemberitaan di media berita rakyat"

"Dalam hal ini saya sebagai jurnalis, saya selalu memakai bendera media saya sendiri dan bukan menggunakan media orang lain"

Dedik juga membongkar para oknum wartawan yang juga ikut didalam pertemuan bersama brigadir R di Bon Cafe Tegal Sari Surabaya, menurutnya masih ada oknum wartawan yang juga ikut terlibat.

"Pertemuan dengan brigadir R bukan dihadiri saya dan AG saja, tetapi di hadiri 5 orang wartawan lainya untuk klarifikasi pemberitaan yang menyangkut nara sumber"

"Beberapa hari setelah pertemuan dengan brigadir R, saya diberi rilisan berita yang miring oleh seseorang wartawan berinisial H meng-atasnamakan dari media GN, dan tulisan rilis tersebut berinisial DN dari media KR BJ, dan mengenai pertemuan saya dengan brigadir R, dan saya tidak merespon kiriman tersebut"

"Dikarenakan saya tidak merespon kiriman berita fitnah tersebut, diduga H menyebar luaskan rilisan tersebut kepada beberapa media salah satunya media berita rakyat"

Foto: Bukti Surat Klarifikasi & Hak Jawab Dari Oknum Wartawan Dedik Sugianto
Namun sayang dalam isi surat hak jawab dan klarifikasi  saudara Dedik Sugianto tidak mengakui dan menjelaskan terkait penerimaan uang 'SUAP' dari brigadir R, hingga beredar bukti rekening transfer atas nama organisasi pers senilai 50 juta rupiah dalam kasus penangkapan 13 WNA yang ditangkap Polda Jatim.

Hingga terkesan, bersangkutan mencoba mengalihkan perhatian bahwa dirinya telah menerima gelontoran uang dari pihak Polda Jatim melalui brigadir R.

"Ada pihak tertentu yang sengaja menghembuskan permasalahan ini untuk saling membenturkan media dengan pihak Polda"

"Sudah ada titik terang pihak mana yang melakukan tersebut, dan saya akan telusuri terus dan tidak menutup kemungkinan  saya akan melaporkan ke pihak berwajib tentang fitnah terhadap saya"

"Dalam pernyataan ini, saya berani diklarifikasi kepada pihak manapun mengenai yang saya tulis ini"

"Saya tidak akan gentar menghadapi siapapun karena apa yang saya lakukan, saya anggap benar"

"Saya meminta MAAF kalau ada Mis Komunikasi antara saya dengan media berita rakyat ataupun dengan media lain terkait permasalahan ini"

"Demikian hak jawab ini, saya layangkan sesuai dengan UU Pers No. Tahun 2017. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, Amin"



Surat hak jawab tersebut di buat yang bersangkutan tertanggal 13 November 2017 dan diterima redaksi berita rakyat pada tanggal 16 November 2017 serta dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan sendiri (red*).

Posting Komentar