loading...
Bongkar Masjid - Surabaya Tenggelam, Pejabat Surabaya Dapat Peringatan Dari-NYA
Foto: Kondisi Masjid As Sakinah Yang Telah DiBongkar (atas)
Kondisi Parkiran Stasiun Gubeng Surabaya Yang Terendam Banjir (bawah).

Berita Rakyat Surabaya - Setelah kemelut pembongkaran Masjid yang mwerupakan tempat ibadah bagi umat islam yang viral diberitakan media, kini Surabaya tenggelam akibat turunnya deras air hujan kemarin. Apakah musibah keduanya  ini merupakan peringatan keras dari Tuhan Yang Maha Esa, khususnya para pejabat  Kota Surabaya. 

Dalam hal ini, Walikota Surabaya seharusnya ikut perihatin dan bertanggung jawab. Dari pantauan beritarakyat.co.id disoal pembangunan gorong-gorong di Surabaya ternyata dianggap tidak  berhasil dalam menanggulangi saluran air yang dapat mengakibatkan banjir saat musim hujan tiba.

Pembangunan tersebut juga mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit alias cukup besar hingga ratusan milyaran rupiah, namun dalam kejadian yang memprihatinkan ini patut diduga pemerintah kota Surabaya dalam pengerjaan proyek seperti gorong-gorong saluran air dikerjakan asal jadi hingga dinilai anggaran pemerintah dibuat 'bancaan' bagi pemenang tender bersama pejabat setempat.

Foto: Kondisi Warga Yang Terdampak Banjir Akibat Saluran Air Yang Maksimal.
Bisa dibuktikan dan nampak juga dihadapan mata masyarakat kota Surabaya, disaat hujan tiba hanya beberapa jam bisa menenggelamkan kota Surabaya. Ditambah lagi di sepanjang jalan lintas kota Surabaya banyak proyek-proyek yang dikerjakan pemenang tender, namun masih saja menyiksa warga kota Surabaya meskipun warga tersebut meskipun masyarakat itu sendiri selalu aktif berpartisipasi dalam membayar pajak.

Kesedihan yang menyiksa warga kota Surabaya terlihat di berbagai tempat yang merasakan dampak digenangi air hujan hingga banjir, mulai dari jalan raya sampai rumah sakit, bahkan sekelas Mall yakni THR Mall diterjang air. Seperti yang disampaikan warga kota Surabaya Udin Sakera kepada beritarakyat.co.id pada Sabtu (25/11).

Foto: Kondisi Rs Dr. Soetomo Surabaya
 Yang Di Kutib Dari Facebook


"Ini adalah peringatan keras dari-Nya, bagi pejabat kota surabaya yang sudah menghambur-hamburkan uang rakyat," ujar Udin Sakera.

Setelah pembongkaran tempat ibadah umat islam Masjid As Sakinah, kini warga Surabaya menjadi korban dampak sebuah proyek yang tidak efesien. Lanjut Udin, iapun menuturkan Tuhan memberi peringatan hanya selang beberapa jam kota Surabaya bisa tenggelam.

"Dampak kebijakan para pemimpin kota Surabaya malah membuat masyarakat susah, Walikota yang menyandang nama walikota terbaik didunia nyatanya Tuhan membuka sepak terjang para pemimpin itu sendiri. Gencar-gencarnya proyek pembangunan dijalankan tidak hanya puluhan juta rupiah yang di anggarkan namun ratusan milyar yang di gelontorkan dengan alasan untuk kepentingan masyarakat Surabaya. Namun fakta yang terjadi hari ini berbeda justru masyarakat Surabaya Susah," cetusnya.

Udin Sakera juga meluapkan sisi-sisi dampak akibat kebijakan para pemimpin kota Surabaya. Dirinya ingin menjaga Surabaya aman dan tentram, jika para pemimpin selalu memperhatikan rakyatnya pastinya hari ini masyarakat kota Surabaya  tidak prihatin dan susah.

"Sudah susah, bayar pajak selalu digalakan. Penghasilan pas-pasan, kerjaan juga sulit didapat. Namun proyek- proyek pemerintah gedung mewah untuk perkantoran yang diutamakan. Ironisnya lagi tempat ibadah umat islam dibongkar, hanya beberapa jam diguyur hujan kota Surabaya bisa tenggelam. Apakah ini merupakan salah satu peringatan dan Adzab Tuhan bagi kita semua umat beragama," ucap sedih Udin Sakera.

Ia berharap para pemimpin kota Surabaya mau minta maaf kepada rakyatnya atau warga kota Surabaya, akibat kebijakan-kebijakan pemimpin yang sudah dijalankan.

"Jangan menyalahkan rakyat, jika banjir yang terjadi ini akibat kesalahan rakyat nya !! Mereka selalu menuding belum tanggap tentang kebersihan, sampah dibuang sembarangan lah, kurang prihatin keadaan lah. Namun anggaran ratusan milyar di gunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada." Ungkapnya.

Tidak hanya itu banjir juga menyerang hingga di jalan Tambaksari setinggi lutut orang dewasa, Jambangan, Kalidami, Mulyorejo, Sidotopo wetan, Kebon Dalem Ampel, bahkan HI-Tech mall Surabaya tempat perbelanjaan menjadi teggelam.

Rumah Sakit Umum Dr.Soetomo Surabaya, juga menjadi imbas kurangnya efektif pembangunan proyek gorong-gorong.  hingga  rumah sakit ikut teggelam dan mengakibat kan   pasien tergganggu dalam mendapat pelayanan kesehatannya.

"Sudah pakai uang rakyat tapi masih menyalahkan rakyatnya. Harusnya para pemimpin masyarakat kota Surabaya meminta maaf kepada masyarakatnya," ungkap Udin Sakera (25/11).

Perlu diketahui proyek gorong - gorong atau saluran air yang sudah dibangun menjadi percuma. Para pemenang atau kontraktor yang dalam melaksanakan pengerjaan proyek dianggap tidak mengacu Rancangan Anggaran Bangunan (RAB) dan BILL of Quantity (BOQ), sehingga gorong gorong atau saluran air tidak sesuai yang diatur Pemerintah kota Surabaya (at).

*Berikut sejumlah wilayah yang mengalami banjir di kota Surabaya:*

Informasi Banjir kota Surabaya, disebabkan turunnya hujan yang di mulai pukul 10.30 hingga 18.00 yang di himpun command center shift 2 (14.00 sampai dengan saat ini) melalui informasi dari warga dan petugas di lapangan maupun kasatgas se surabaya 

Sebagai berikut :
- Stasiun Gubeng 1mtr
- Wonokusumo -+ 30cm
- Sidotopo Lor -+ 20-30cm
- Simokwagean -+ 60cm
- Lontar -+ 50cm
- Simo Pomahan -+ 40cm
- Bringin Indah -+ 40cm
- Sawo -+ 60cm
- Jl Moestopo -+ 25cm
- Sukomanunggal Utara -+ 15cm
- Koramil depan Kec. Tandes -+ 60cm
- Balongsari -+ 40-60
- Rajawali -+30cm
- Candi Lontar -+ 50cm
- Candi Lempung -+60cm
- Basuki Rahmat -+ 20cm
- Bibis Lebar -+ 70cm
- Jambangan -+ 20cm
- Karah -+ 25cm
- Ketintang -+ 30cm
- Jl Kalimantan -+ 30cm
- Tenggumung Wetan -+20cm
- Jl Golf -+ 30cm
- Sidoluhur -+ 60cm
- Kupang Baru -+ 70cm
- Darmo Baru Barat -+ 30cm
- Raya Wisma Lidah Kulon -+ 20cm
- Beji -+ 50cm
- Setro Tengah -+ 50cm
- Jl Kenjeran -+ 20cm
- Manukan Lor -+ 25cm
- Darmo Indah Sari -+ 30cm
- Tambak Langon -+ 25 cm
- Mojo kidul -+ 45 cm
- Tambaksari -+ 25cm

Hingga saat ini keseluruhan wilayah tersebut sudah mengalami kesurutan untuk genangan. Keseluruhan masih terpantau kondusif.

*Sumber Comand Center Surabaya*



Posting Komentar